NEWS

TAKTIS: Shooter Garuda Diftha Pratama melakukan tembakan melewati center Aspac Ferdinand Damanik. Andakara Prastawa (tengah) dan Oki Wira Sanjaya (kiri) bersiap menyongsong bola. (Foto: Raka Denny/Jawa Pos)
nblindonesia.com - 03/05/2015
Tergulung Neraka Kuarter Ketiga

M88 Aspac Jakarta berhasil melewati tembok tebal pertama dalam perjalanannya merengkuh tiga gelar beruntun alias three-peat. Pada big match pembuka IndiHome NBL Indonesia Championship Series 2015 di Hall Basket Senayan semalam (2/5), Aspac membekap Garuda Kukar Bandung 68-51.

Kemenangan itu menjaga rekor sempurna Aspac. Tim milik Irawan "Kim Hong" Haryono tersebut selalu memenangi laga perdana di championship series dalam lima musim berturut-turut. Dengan hasil itu, back-to-back champion NBL Indonesia tersebut akan melakoni duel klasik melawan Satria Muda (SM) Britama Jakarta besok (4/5). Pada game sebelumnya, SM mengatasi perlawanan Stadium Jakarta dengan skor tipis 61-59.

Meski menang dengan selisih 17 poin, Aspac sejatinya tidak mudah mengambil game itu. Garuda menunjukkan perlawanan yang ngotot, terutama pada dua kuarter awal. Tetapi, Mario Gerungan dkk berhasil keluar dari tekanan dan menunjukkan mental sebagai tim juara. Kebangkitan Aspac dan neraka untuk Garuda terjadi pada kuarter ketiga.

Sempat tertinggal enam angka, 31-37, Aspac melesat lewat tembakan tiga angka Oki Wira Sanjaya dan Andakara Prastawa Dhyaksa. Dari tertinggal, Aspac menutup kuarter ketiga dengan keunggulan 13 angka! Pada kuarter itu, Aspac membukukan 25 poin, sedangkan Garuda cuma 9 poin.

Akurasi tembakan tiga angka memang menjadi penyelamat Aspac. Total akurasi tembakan tiga angka juara preseason tournament Mangupura Cup 2014 itu hanya 7-18. Lima di antara tujuh tembakan tiga angka tersebut dilakukan pada kuarter ketiga.

Di kubu Aspac, Prastawa menjadi top scorer dengan 15 poin. Fandi Andika Ramadhani dan Ebrahim Enguio Lopez sama-sama mencetak 11 poin. Oki juga mencetak double digit dengan angka 10.

"Pada kuarter pertama dan kedua, saya kira anak-anak terlalu tegang. Karena ingin menang, jadinya gugup dan main sendiri," kata Rastafari Horongbala, head coach Aspac.

"Tapi, begitu kuarter ketiga, kami bisa mulai bermain lepas. Buktinya, Oki beberapa kali berani menembak tiga angka," ujar coach Fari.

Sementara itu, head coach Garuda Tjetjep Firmansyah terlihat sangat kecewa dengan kekalahan tersebut. Pelatih timnas basket SEA Games Myanmar 2013 itu mengakui bahwa anak asuhnya kurang konsisten ketika menjaga barisan shooter Aspac. Terutama pada kuarter ketiga.

"Kuarter pertama dan kedua sudah bagus, tapi di kuarter ketiga ini small man kami kurang fokus, kurang rapat jaganya. Sementara small man mereka hidup," ujarnya.

Kekalahan membuat Garuda harus menjalani laga win or go home melawan Stadium Jakarta hari ini. Tjetjep berharap anak asuhnya bisa melupakan kekalahan kemarin malam dan berfokus menghadapi laga hari ini.

"Game ini harus kami ambil. Anak-anak sudah tahu kesalahannya pada game hari ini (kemarin, Red). Next game harus bisa lebih dari ini," kata mantan pelatih Aspac itu. (mid/irr/c11/nur)

Story Provided by Jawa Pos

Share this:
DBL Indonesia Jawa Pos li-ning Safe Care Prambors FM Info BDG Event Jakarta Sony Mainbasket Wing.Stop Mitra Net Indomaret Perbasi Indika FM IndiHome Honda Prospect Motor Tolak Angin Sido Muncul Markplus Hardrock FM OZ FM
 

National Basketball League Indonesia | Contact Us
Copyright 2010 PT DBL Indonesia, All rights reserved.
Any commercial use or distribution without the express written consent of DBL Indonesia is strictly prohibited.