NEWS

KEBANGKITAN: Shooter Pelita Jaya Ary Chandra melakukan underbasket menembus penjagaa pemain CLS Wisnu Budhidarma (kanan). Ary bangkit dari bangku cadangan dan mencetak 13 poin. (Foto: Wahyudin / Jawa Pos)
nblindonesia.com - 09/05/2015
Ke Final tanpa Perlawanan

LENYAP sudah mimpi CLS Knights Surabaya melenggang ke grand finalChampionship Series IndiHome NBL Indonesia 2015. Pada partai semifinal do or die di Hall Basket Senayan, Jakarta, semalam CLS kandas di tangan Pelita Jaya (PJ) Energi MP Jakarta dengan skor 70-81.

PJ lolos ke final keduanya di NBL Indonesia untuk menantang juara edisi 2011 dan 2012 Satria Muda Britama besok (10/5). Final pertama PJ terjadi pada musim 2012-2013. Namun, ketika itu mereka keok oleh M88 Aspac Jakarta. 

Gelagat kemenangan PJ sejatinya terlihat di awal-awal laga. Ketika itu, tim asuhan A.F. Rinaldo tersebut tancap gas dan unggul jauh 15 poin (11-26) pada akhir kuarter pertama. Gap poin yang jauh membuat PJ bermain sangat nyaman.

Seolah belajar dari pertemuan sebelumnya, ball movement PJ mengalir begitu cepat dan lancar. Hal itu memudahkan pemain PJ mengobrak-abrik barisan defense CLS.

Keunggulan 15 poin bertahan hingga halftime (46-27). Akurasi field goal PJ sangat baik, menembus 64 persen (18-24).

CLS yang lambat panas sempat mendekat untuk memperpendek kertinggalan menjadi delapan poin pada pertengahan kuarter keempat. Namun, upaya tersebut sudah terlambat. 

''Ya, puji syukur kami bisa mencapai grand final. Ini sudah sesuai dengan target dari manajemen dancoaching staff, walaupun dengan jalan yang cukup susah,'' ujar coach Inal -panggilan A.F. Rinaldo. ''Hari ini (semalam, Red) kami bermain lebih baik daripada game sebelumnya,'' imbuhnya. 

Shooting guard yang didatangkan dari SM awal musim ini, Amin Prihantono, menjadi top scorerdengan mencetak 14 poin. Ary Chandra bangkit dari bangku cadangan dan membukukan 13 angka. Sementara itu, sang Most Valuable Player Adhi Pratama bekontribusi penting dengan donasi 12 angka. 

Pelatih CLS Kim Dong-won mengatakan, kekalahan itu disebabkan pemainnya tidak bisa tampil lepas. Pelatih asal Korea Selatan itu menyebut Mario Wuysang dkk terbebani.

''Selamat untuk Pelita Jaya. Kalau mainnya seperti tadi, mereka bisa juara. Permainannya sangat bagus, berbeda jauh dari saat kalah oleh kami sebelumnya,'' kata Mr Kim -panggilannya.

Meski kandas, CLS memiliki satu pertandingan lagi. Yakni, perebutan peringkat ketiga melawan Stadium Jakarta pada Minggu (10/5). (mid/irr/c4/nur)

Story Provided by Jawa Pos

Share this:
DBL Indonesia Jawa Pos li-ning Safe Care Prambors FM Info BDG Event Jakarta Sony Mainbasket Wing.Stop Mitra Net Indomaret Perbasi Indika FM IndiHome Honda Prospect Motor Tolak Angin Sido Muncul Markplus Hardrock FM OZ FM
 

National Basketball League Indonesia | Contact Us
Copyright 2010 PT DBL Indonesia, All rights reserved.
Any commercial use or distribution without the express written consent of DBL Indonesia is strictly prohibited.