POTENSI BESAR: Surliyadin (kiri) ketika membela JNE BSC Bandung Utama melawan CLS Knights Surabaya pada Preseason Tournament Mangupura Cup 2014. (Foto: Boy Slamet /Jawa Pos)
MUSIM lalu, para pencinta Speedy National Basketball League (NBL) Indonesia menunggu hingga seri terakhir untuk penentuan tim yang lolos ke playoff. Musim ini, di luar lima besar, yang berpotensi mengisi slot tersisa championship series adalah Hangtuah Sumsel IM, Stadium Jakarta, dan JNE BSC Bandung Utama.
Hangtuah dan Stadium secara matematis sulit digeser dari pemegang tiket playoff. Jadi, tinggal satu tiket yang tersisa. Nah, Bandung Utama paling berpeluang mengingat Bimasakti Nikko Steel Malang yang punya tradisi bagus kehilangan bintangnya, Bima Riski Ardiansyah.
Satya Wacana ACA LBC Salatiga punya peluang meski tipis. Sementara itu, Pacific Caesar Surabaya dan NSH GMC GSBC Jakarta masih terlalu sulit untuk bisa mencapai playoff.
Bicara tradisi, selama empat musim terakhir Bimasakti selalu tembus playoff. Namun, kalau melihat roster tim, sepertinya sulit bagi mereka mengulanginya. Bandung Utama punya peluang menyodok. Mereka bergerak aktif pada bursa transfer.
Ya, Bandung Utama yang dilatih Octaviarro Romely Tamtelahitu mendatangkan tiga pemain anyar, yakni Eben Haeser, Gian Gumilar, dan Teddy Apriyana Romadon Syah.
"Saya tidak melihat roster yang lebih baik, tapi persiapannya. Kalau dilihat dari statistik, penampilan kami di Bali justru lebih buruk daripada musim lalu. Turnover kami tinggi dan field goal jelek,'' ujar Coach Ocky, sapaan Octaviarro Romely Tamtelahitu. ''Tetapi, kalau pertanyaannya apakah bisa (lolos playoff, Red)? Kami percaya bisa,'' tambahnya
Selain Bimasakti, yang diperhitungkan Coach Ocky adalah Pacific Surabaya dengan pelatih barunya, Arturo Lozada Cristobal. Mereka juga punya dua rookie, Indra Muhammad dan Muhammad Nur Aziz Wardana, yang menunjukkan performa menjanjikan. (mid/rif/c17/ham)
Story Provided by Jawa Pos