TENSI TINGGI: Pelatih Garuda Tjetjep Firmansyah (kanan) memprotes wasit dalam game melawan Hangtuah di Sritex Arena, Solo (28/2). (Foto: Farid Fandi/Jawa Pos)
BENTROKAN antara Hangtuah Sumsel IM dan Garuda Kukar Bandung berlangsung dalam tensi tinggi kemarin. Saking panasnya, sampai-sampai pelatih Garuda Tjetjep Firmansyah terusir dari lapangan karena dua kali terkena technical foul oleh wasit.
Asisten pelatih Garuda Ali Budimansyah juga terkena technical foul. Hal itu terjadi lantaran protes keras yang dilontarkan mereka. Menurut Tjetjep, salah seorang wasit melakukan bad call yang merugikan timnya saat tertinggal 59-73 kala waktu menyisakan dua menit.
Insiden protes keras dari kubu Garuda tersebut terjadi pasca terjatuhnya big man Hangtuah Airlangga Sabara setelah berebut rebound di area Garuda. Usahanya gagal dan dia mengalami kram. Dalam keadaan terjatuh, dia berupaya keluar lapangan sendiri.
Nah, melihat situasi itu, para pemain di bench Hangtuah berteriak meminta wasit menghentikan pertandingan. Namun, wasit belum memutuskan menghentikan game. Pada saat bersamaan, Garuda melakukan fast break.
Christ Gideon bahkan sempat melepaskan tembakan tiga angka dan masuk. Pada saat itulah, wasit menghentikan laga dan menganulir poin bagi Garuda. Karena keputusan tersebut, kubu Garuda mencak-mencak dan tidak terima. ''Itu kesalahan mendasar,'' kata Tjetjep. Pada akhirnya, game dimenangkan Hangtuah dengan keunggulan 81-59.
Pertandingan tersebut berjalan cukup seru dan saling kejar angka mewarnai sepanjang laga. Namun, Hangtuah berhasil mengambil momentum di kuarter ketiga berkat strategi full court press yang memaksa Fadlan Minallah dkk total melakukan 20 turnover yang mampu dikonversi menjadi 23 poin.
''Kami seharusnya bemain cepat, bukan terburu-buru,'' ujar Tondi Raja Syailendra, pelatih Hangtuah, kepada Jawa Pos setelah pertandingan. (mid/rif/c23/ham)