NEWS

PENUH SEMANGAT: Dari kiri, Dwi Pratomo Juniarto, Adhi Pratama, Wendy Miharja, dan Azrul Ananda. Adhi menjadi MVP termuda dalam sejarah NBL Indonesia. (Foto: Raka Denny/Jawa Pos)
nblindonesia.com - 02/05/2015
Kerja Keras Tidak Akan Mengkhianati Prosesnya
Adhi Pratama, MVP Termuda NBL Indonesia

Performa dahsyatnya bersama Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta membawa Adhi Pratama terpilih sebagai Honda Most Valuable Player (MVP) IndiHome NBL Indonesia 2014-2015. Dia menjadi pemain termuda yang merasakan itu.

BAGUS DIMAS, Jakarta

---

DENGAN postur setinggi 197 cm dan berat 100 kilogram, Adhi Pratama merupakan sosok big man sebenarnya. Tangguh di bawah ring, kuat berebut bola rebound, dan begitu garang ketika melakukan dunk.

Namun, ketika berjalan ke panggung untuk menerima penghargaan individu paling bergengsi di IndiHome NBL Indonesia musim ini kemarin, dia tidak bisa menyembunyikan kegugupannya. ''Benar-benar tidak menyangka sama sekali,'' kata Adhi.

Atas prestasinya itu, dia berhak mendapat hadiah berupa satu unit mobil Honda Mobilio persembahan dari Honda Prospect Motor.

Menurut Adhi, gugup karena, meski dirinya tampil konsisten selama musim regular, ada kandidat lain yang juga layak. ''Selama di lapangan saya hanya berupaya bermain sebaik mungkin. Saya percaya kerja keras tidak akan mengkhianati prosesnya,'' katanya.

Kalimat itu pula yang menjadi lecutan serta motivasi setiap dirinya turun di lapangan. Mantan pemain Hangtuah Sumsel IM tersebut saat ini bisa menikmati buah dari kerja kerasnya. Catatan statistik musim ini juga cukup konsisten. Dia mengemas 12,47 poin per game serta 9 kali mencatatkan double-double dari 13 kali catatan sepanjang karir di NBL Indonesia.

''Bersyukur sekali, ini buat seluruh pemain Pelita Jaya dan Hangtuah juga. Terutama untuk keluarga saya. Sebab, motivasi utama saya bermain basket ya mereka. Mereka sangat mendukung,'' ungkapnya.

Lahir sebagai anak pertama di antara tiga bersaudara serta menjadi satu-satunya anak lelaki, membuat Adhi memikul tanggung jawab yang lebih. Itu pula yang membuat dia banting setir dari menggeluti atletik berpindah ke basket.

''Sebab, di basket kan ada beasiswa kuliah. Jadi, yang pertama memang itu yang saya incar. Bapak memang masih kerja. Tapi, paling tidak itu bisa meringankan beban orang tua. Hasil dari basket juga untuk biaya kuliah dan pendidikan adik-adik saya,'' ujar mahasiwa STIE Bhakti Pembangunan itu.

Tanggung jawab yang besar itulah yang mengingatkan dirinya untuk tampil ngotot setiap game-nya. Di sisi lain, tidak bisa dimungkuri bahwa bakat serta potensi dia di dunia basket memang besar. Hanya satu tahun di tim junior Hangtuah, dia langsung promosi menjadi pemain utama saat NBL Indonesia bergulir kali pertama pada 2010.

Empat musim di Hangtuah di bawah arahan pelatih kenyang pengalaman, seperti Nathaniel Canson dan Wan Amran, membuat Adhi muncul sebagai pemain yang matang. Karena itu, tidak aneh ketika kontraknya habis pada awal musim ini, tim-tim besar berebut tanda tangan dia. Pelita Jaya yang beruntung mendapatkan tenaga penggawa timnas basket proyeksi SEA Games 2015 tersebut.

Bersama Pelita Jaya, dia juga ingin menghapus keraguan publik bahwa peraih MVP biasanya gagal ketika merebut gelar. Hal itu telah terbukti pada diri rekan setimnya musim lalu Ponsianus Nyoman ''Komink'' Indrawan yang merebut MVP, tapi gagal merebut titel juara.

''Ini malah menjadi motivasi serta tantangan buat saya bahwa saya memang pantas buat gelar ini bisa membawa Pe­lita Jaya juara,'' ujarnya. (*/c4/ham)

Story Provided by Jawa Pos

Share this:
DBL Indonesia Jawa Pos li-ning Safe Care Prambors FM Info BDG Event Jakarta Sony Mainbasket Wing.Stop Mitra Net Indomaret Perbasi Indika FM IndiHome Honda Prospect Motor Tolak Angin Sido Muncul Markplus Hardrock FM OZ FM
 

National Basketball League Indonesia | Contact Us
Copyright 2010 PT DBL Indonesia, All rights reserved.
Any commercial use or distribution without the express written consent of DBL Indonesia is strictly prohibited.