NEWS

BELUM HABIS: Kesedihan para pemain Pelita Jaya setelah kekalahan oleh CLS di Hall Basket Senayan tadi malam. (Foto: Wahyudin / Jawa Pos)
nblindonesia.com - 08/05/2015
Habis-habisan atau Menyesal
Pelita Jaya dan CLS Jalani Laga Hidup Mati

CLS Knights menolak untuk gagal dini. Mario Wuysang dkk memaksakan laga do or die melawan Pelita Jaya (PJ) Energi-MP Jakarta di semifinal IndiHome NBL Indonesia Championship Series 2015 malam ini.

Dalam laga sangat keras di Hall Basket Senayan, Jakarta, kemarin CLS menang 61-56. Kemenangan itu memiliki arti yang sangat krusial bagi CLS.

Sebab, raihan positif ini kembali membuka peluang tim kebanggaan Surabaya tersebut melenggang ke grand final melawan Satria Muda Britama Jakarta. Semalam SM sukses ke puncak berkat kemenangan dramatis melawan kuda hitam Stadium Jakarta dengan skor 48-45.

''Hari ini (semalam, Red) pemain kami bermain dengan sangat baik. Terutama pemain bench. Mereka sangat semangat!'' kata head coach CLS Kim Dong-won.

''Tetapi, ingat, masih ada satu pertadingan lagi. Hari ini kami menang. Tetapi, kalau besok kalah, percuma saja. Jadi, kami harus tetap fokus,'' imbuh pelatih asal Korea Selatan tersebut.

CLS memang lolos dari lubang jarum. PJ yang hanya membutuhkan satu kemenangan untuk melaju ke final bermain tidak tenang dan terlihat sangat terbebani.

Sebaliknya, CLS yang menyisakan satu ''nyawa'' justru tampil lebih tenang. Aliran bola tim polesan Kim Dong-won itu juga sangat baik. Itu membuat shooter-shoter CLS mudah menemukan ruang kosong untuk menembak.

Pada pertengahan kuarter ketiga, CLS sempat unggul 13 poin, 46-33, berkat berondongan tembakan tiga angka shooter-shooter CLS, misalnya Sandy Fabiansyakh dan Bima Riski Ardiansyah. Total persentase tembakan tiga angka CLS mencapai 36 persen (7-16).

Namun, PJ sempat memperpendek jarak menjadi dua angka saja via tembakan buzzer beater Faisal J. Achmad di akhir kuarter ketiga.

Meski mendapat tekanan intens, CLS ternyata tidak kehilangan momentum. Pujian pantas disematkan kepada AA Ngurah Wisnu Budidharma. Wisnu yang menggantikan peran Dimaz Muharri yang diistirahatkan bisa menjawab tantangan dengan baik.

Pemain 24 tahun itu tidak hanya merepotkan barisan defense PJ. Dia juga kerap mencuri momentum yang sudah ada di tangan PJ.

Puncaknya terjadi saat laga menyisakan 1 menit 38 detik. Saat itu CLS hanya unggul satu poin, 57-56. Dengan cerdik, Wisnu melakukan steal kepada raja steal NBL Indonesia musim ini Kelly Purwanto. Layup-nya ke jaring PJ membantu CLS kembali menjauh, 59-56.

Wisnu tampil lengkap dengan mengemas 10 poin, 7 assist, dan 4 rebound. Sandy menjadi top scorer dengan 14 poin. Bima berkontribusi 13 angka untuk timnya.

Sementara itu, pelatih PJ A.F. Rinaldo mengatakan bahwa CLS memang bermain lebih bagus. Selain defense yang terlalu gampang ditembus, beberapa pemain terlihat gugup.

Paling kentara adalah center Adhi Pratama. MVP NBL Indonesia musim ini tersebut sempat scoreless. Dia baru bisa mencetak poin di akhir kuarter ketiga.

''Big man kami seperti tidak rileks. Itulah mengapa saya istirahatkan dahulu Adhi biar tenang,'' ujar Inal -panggilan Rinaldo. Bagi dia, hari ini PJ harus habis-habisan kalau tidak ingin menyesal gagal ke final. (mid/irr/c4/nur)

Story Provided by Jawa Pos

Share this:
DBL Indonesia Jawa Pos li-ning Safe Care Prambors FM Info BDG Event Jakarta Sony Mainbasket Wing.Stop Mitra Net Indomaret Perbasi Indika FM IndiHome Honda Prospect Motor Tolak Angin Sido Muncul Markplus Hardrock FM OZ FM
 

National Basketball League Indonesia | Contact Us
Copyright 2010 PT DBL Indonesia, All rights reserved.
Any commercial use or distribution without the express written consent of DBL Indonesia is strictly prohibited.