NEWS

PEMBUKTIAN: Pengatur serangan Pelita Jaya Kelly Purwanto adalah tumpuan saat menghadapi Wisnu Budhidarma dari CLS. (Foto: Hendra Eka, Boy Slamet / Jawa Pos)
nblindonesia.com - 04/05/2015
Underdog Sulit Menggigit

CLS Knights Surabaya menjadi underdog saat bertemu Pelita Jaya (PJ) Energi-MP Jakarta pada lanjutan IndiHome NBL Indonesia Championship Series 2015 di Hall Basket Senyan malam ini. Pada musim reguler, CLS memang berhasil memetik satu kemenangan atas PJ, yakni di seri VI Solo, dengan skor 72-67. Namun, ketika itu PJ tidak diperkuat most valuable player musim ini Adhi Pratama. Saat Adhi bermain, PJ selalu sukses membekap CLS dalam dua laga.

Bagi CLS dan PJ, laga malam ini adalah pertemuan kedua di championship series. Kali terakhir kedua tim bentrok pada semifinal championship series 2010-2011. Saat itu CLS sukses menang 68-53 dan melesat ke partai puncak.

Head coach CLS Kim Dong-won sadar, timnya tidak diunggulkan dalam pertandingan tersebut. Tetapi, tidak ada kata menyerah. Yang terpenting sekarang adalah memberikan yang terbaik untuk meraih kemenangan.

''PJ itu tim kuat. Kalaupun shooter mereka mati, masih ada Adhi dan Komink (Ponsianus Nyoman Indrawan, Red). Big man kami, Dwi (Haryoko, Red), baru saja menderita cedera engkel. Meski dia bisa main, performanya masih belum maksimal,'' kata Mr Kim.

Coach of the year NBL musim lalu itu berharap barisan shooter-nya mampu tampil konsisten untuk mengimbangi kompletnya skuad Pelita Jaya. Sebab, CLS adalah tim satu dimensi yang hanya kuat di barisan small man dan timpang jika bermain di paint area. Simpelnya, kalau akurasi tembakan jeblok, CLS akan kalah.

Pola permainan dua big man yang sering kali dicoba musim ini juga bisa dimanfaatkan. Tujuannya adalah meredam agresivitas duo big man Pelita Jaya.

Pelatih PJ A.F. Rinaldo menuturkan, CLS tidak dapat dianggap enteng. Sandy Febiansyakh dkk tentu telah melakukan penyesuaian bila dibandingkan dengan pertemuan sebelumnya. Inal -panggilannya- mengungkapkan bahwa prioritas strategi timnya adalah memotong aliran-aliran bola dari pengatur serangan utama CLS Mario Wuysang.

Bagi dia, Mario saat ini adalah salah seorang pemain yang paling berbahaya di Indonesia. Dari tiga kali pertemuan melawan PJ, Roe -sapaannya- berhasil menjadi top scorer dua kali dengan mencetak rata-rata 13,0 point per game. Dia juga menyumbang 6,3 assists per game.

''Mario sekarang lebih banyak pegang bola daripada Dimaz (Muharri, Red). Semua serangan awalnya dari dia. Jadi, dialah pemain utama yang kami waspadai,'' jelas Inal. (mid/irr/c14/nur)

Story Provided by Jawa Pos

Share this:
DBL Indonesia Jawa Pos li-ning Safe Care Prambors FM Info BDG Event Jakarta Sony Mainbasket Wing.Stop Mitra Net Indomaret Perbasi Indika FM IndiHome Honda Prospect Motor Tolak Angin Sido Muncul Markplus Hardrock FM OZ FM
 

National Basketball League Indonesia | Contact Us
Copyright 2010 PT DBL Indonesia, All rights reserved.
Any commercial use or distribution without the express written consent of DBL Indonesia is strictly prohibited.